Langsung ke konten utama

10 Mitos Wacana Kehamilan Yang Harus Ibu Hamil Ketahui !

Ibu hamil memang mempunyai banyak sekali pantangan, biasanya dilarang makan sembarangan, beraktivitas terlalu  berat, sampai dilarang melaksanakan kekerabatan suami istri ketika hamil. Banyak sekali mitos yang beredar dimasyarakat kita kalau ibu hamil dilarang ini, dilarang itu. Tahukah anda ternyata beberapa mitos tersebut tidaklah benar. 

Menurut data yang didapat dari beberapa sumber ternyata beberapa mitos tersebut tidaklah benar. Jika anda terlalu mempercayai mitos tersebut ditakutkan sanggup berefek negatif pada bayi Anda. Untuk itu kami akan memperlihatkan info wacana mitos wacana kehamilan untuk ibu hamil tentunya. Mau tau apa saja mitos wacana kehamilan tersebut? Mari kita simak dibawah ini :

10 Mitos Tentang Kehamilan

bu hamil memang mempunyai banyak sekali pantangan 10 Mitos Tentang Kehamilan yang Harus Ibu Hamil Ketahui !
Ilustrasi ibu hamil © shutterstock

1. Masa Kehamilan Tidak Selalu 9 Bulan

Menurut beberapa penelitian tahun 2013, masa kehamilan setiap perempuan tidak sanggup dipastikan selama 9 bulan. Karena pada beberapa kejadian, hanya dalam usia 5 ahad saja seorang ibu hamil sudah sanggup melahirkan. Seorang ibu hamil melahirkan biasanya tergantung dari usianya, berat badannya, berapa berat tubuh bayi ketika lahir, dan faktor lainnya.

2. Berhubungan Seks Saat Hamil Dapat Membahayakan Janin

Pada sebagian besar kasus, bekerjasama seks ketika hamil biasanya tidak akan mempengaruhi bayi di dalam kandungan Anda. Akan tetapi, terdapat beberapa pengecualian terhadap pernyataan ini, adalah bila plasenta (ari-ari) terletak di antara leher rahim dan vagina atau bila Anda beresiko tinggi untuk melahirkan secara prematur. Jadi, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter kandungan Anda sebelum melaksanakan kekerabatan seks dengan pasangan kalau Anda merasa khawatir. Baca juga : Posisi Tidur Yang Baik Untuk Ibu Hamil

3. Tidak Dapat Melahirkan Normal Lagi Setelah Operasi Caesar

Walaupun banyak sekali bukti memang telah memperlihatkan bahwa melaksanakan persalinan normal sesudah melaksanakan operasi Caesar sedikit lebih beresiko daripada kembali melaksanakan operasi Caesar, akan tetapi beberapa orang perempuan tetap sanggup melaksanakan persalinan normal sesudah melaksanakan operasi Caesar asal ia memenuhi beberapa syarat tertentu. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai syarat apa saja yang harus dipenuhi.

4. Jenis Kelamin Bayi Tergantung Bentuk Perut Sang Ibu

Pada kenyataannya, tidak ada bukti ilmiah yang sanggup menyatakan bahwa seseorang sanggup memilih jenis kelamin bayi menurut pada bentuk perut sang ibu. Itu hanya mitos yang beredar saja. Untuk lebih pastinya silahkan melaksanakan USG di rumah sakit untuk mendapat info yang lebih lengkap.

5. Jika Ibu Menderita Penyakit Menular Seksual, akan Menular Pada Bayi

Keadaan ini bekerjsama tergantung pada jenis penyakit menular seksual yang diderita oleh sang ibu. Ada beberapa jenis penyakit menular seksual biasanya menular melalui darah, yang berarti menular melalui plasenta. Hal itu tentu saja sanggup menular pada bayi. Akan tetapi, beberapa jenis penyakit menular seksual lainnya hanya sanggup mebular ke bayi hanya melalui kontak langsung. Penyakit ini biasanya ditularkan pada bayi pada ketika proses persalinan normal. Biasanya untuk menghindari hal tersebut dokter menganjurkan operasi ceasar biar tidak terjadi kontak pribadi dengan pendarahan pada proses persalinan normal.

6. Tidak Boleh Berlari Saat Hamil

Terdapat banyak sekali hal yang sanggup dilakukan oleh seorang perempuan selama ia hamil, tergantung pada apa yang sanggup ia lakukan sebelum hamil. Anda bahkan tetap sanggup berolahraga ketika hamil, akan tetapi pada tingkatan tertentu yang diubahsuaikan dengan usia kehamilan Anda. Berkonsultasilah dengan dokter Anda mengenai olahraga apa yang boleh Anda lakukan. Baca juga : Senam Yang Baik Untuk Ibu Hamil

7. Selesai Melahirkan Berat Badan akan Kembali Seperti Semula

Tahukah anda, Seorang perempuan biasanya hanya akan mengalami penurunan berat tubuh sebanyak 5-7.5 kg sesudah proses persalinan selesai, sedangkan berat tubuh yang naik mulai dari 12 - 17 kg. Kaprikornus kalau dikalkulasikan butuh hampir setahun untuk menurunkan kelebihan berat tubuh yang tersisa tersebut. Tips untuk menurunkan berat tubuh sesudah melahirkan anda mengikuti senam dan olahraga. Menyusui juga sanggup membantu mempercepat proses penurunan berat tubuh Anda. Baca juga : 5 Cara Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan dengan Senam Yoga

8. Ibu Hamil Harus Makan Untuk Dua Orang

Ternyata, bayi yang sedang tumbuh di dalam rahim Anda tidak memperabukan kalori sebanyak yang Anda kira. Jadi, bila Anda telah mengkonsumsi diet sehat dan seimbang, maka Anda hanya memerlukan sekitar 300 kalori aksesori saja, sanggup anda sanggup dari cemilan yang sehat tentunya.

9. Setiap Melahirkan Pasti Ibu Dapat Menyusui

Tahukah Anda? Dalam beberapa masalah ada ibu yang tidak sanggup menyusui ketika tamat melahirkan. Dan hal tersebut menciptakan bayi susah untuk berkembang. Untung saja kini telah disediakan susu pengganti ASI biar bayi tetap sehat dan berkembang. Biasanya seorang ibu tidak sanggup menyusui dikarenakan pernah melaksanakan operasi pada bab payudaranya menyerupai memasang silikon atau lainnya. Kaprikornus kalau anda ingin tetap memperlihatkan ASI kepada bayi Anda lebih baik tidak melaksanakan hal tersebut.

10. Makanan Pedas Dapat Membahayakan Nyawa Bayi

Mengkonsumsi masakan pedas tidak akan membahayakan nyawa bayi di dalam kandungan Anda, jadi Anda tidak perlu khawatir juga mengkonsumsi masakan pedas. Akan tetapi jangan terlalu hiperbola ditakutkan akan terjadi kontraksi pada rahim Anda yang sanggup memicu persalinan dini.

Referensi : www.dokter.id

Komentar